Ahok bercerita ketika itu, dia menjadi anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR yang tengah membahas ambang batas parlemen. Isu yang beredar, Golkar meminta lima persen untuk ambang batas tersebut, padahal menurut Ahok Golkar hanya mengajukan tiga persen. Setya kemudian memanggil Ahok untuk menghadap Ketua Umum Partai Golkar pada waktu itu, Aburizal Bakrie atau Ical.
"Wah ketum, semua, marah tuh. Marahnya ke ketua fraksi dong, kan ketua, saya mana ngerti. Terus dipanggil, baik kok Setnov. Dia cuma bilang gini 'kamu ketemu ketum ajalah jelasin, kesana' katanya. Ketemu Pak Ical gitu loh. Gak ada marah, gak pernah marah. Pak Setnov gak pernah marah," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (17/5).
Lihat juga:Keputusan Ade Komarudin Demi Hindari Konflik |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Nusa Dua, Bali, Selasa pagi (17/5).