Hal itu diutarakan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham saat dijumpai setelah menerima Surat Keputusan pengesahan kepengurusan Golkar oleh Menkumham, di Jakarta, Rabu (20/7).
"Golkar sudah mendedikasikan 91 kursi di DPR untuk memperkuat pemerintah. Tidak ada 'bargaining', tawar-menawar menteri, apalagi menyodorkan nama-nama kader yang katanya berjumlah tiga-empat orang," kata Idrus seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Idrus menyatakan kader-kader Golkar selalu siap bila diminta Presiden membantu pemerintah di kabinet. Menurutnya, sebagai sebuah partai, Golkar memiliki fungsi dan tugas menyiapkan kader-kadernya menjadi pemimpin di tingkat nasional.
"Dengan ini kami menyampaikan secara resmi ada dua surat keputusan pengesahan yakni SK pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Partai Golkar dan SK pengesahan susunan personalia DPP Partai Golkar dengan Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham," jelas Yasonna Laoly di kantornya, di Jakarta, Rabu (20/7).
Yasonna mengatakan, sesuai keputusan Munaslub Golkar di Bali, kepengurusan yang disahkan ini adalah untuk meneruskan kepengurusan Golkar sebelumnya periode 2014-2019. "Sehingga kepengurusan ini hingga 2019, untuk menyelesaikan masa bakti," terang Yasonna. (wis)