Setya menuturkan dana parpol menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses demokrasi. Namun, sambungya, partai tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan maksimal tanpa didukung pendanaan yang baik.
"Dan ini sangat signifikan karena kalau kita lihat biaya-biaya operasional partai sangat besar, sebulan kami bisa habis Rp5 miliar, Rp8 miliar, sampai Rp10 miliar," ujar Setya dalam acara diskusi tentang pendanaan politik, di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta Selatan, Senin (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan dana yang ada tidak sebanding dengan anggaran yang diberikan negara kepada DPP Partai Golkar dalam memenuhi kebutuhan harian. Di antaranya adalah menyangkut penyediaan kantor, peralatan kantor, kebutuhan listrik, penyediaan air, konsumsi kegiatan, hingga pembayaran staf.
"Begitu juga program-program yang biayanya sangat besar, misalnya kunjungan ke daerah-daerah," katanya.