Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra DKI Jakarta M. Taufik menjelaskan jika PDI Perjuangan mengusung Ahok maka mereka tak bisa memilih siapa sosok calon gubernurnya karena posisi itu sudah dipastikan jadi milik sang petahana.
"Di tempat Ahok itu, PDI Perjuangan tak bisa menentukan calon gubernur," kata Taufik saat ditemui di kantor DPD Gerindra DKI, Rabu (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan tersebut memang jadi pilihan terbaik bagi PDI Perjuangan, apalagi mereka berstatus sebagai satu-satunya partai politik di DKI Jakarta yang bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
Dengan jumlah kursi sebanyak itu sudah pasti PDIP tak mau hanya mendapatkan kursi wakil gubernur, mereka sudah pasti berambisi untuk memperoleh kursi DKI 1.
"Di tempat kami (Koalisi Kekeluargaan) PDI Perjuangan punya hak menentukan gubernur, jadi pasti lebih menguntungkan ikut kami," ujarnya.
Tujuh partai politik yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKB, dan PKS membentuk koalisi di bawah nama Koalisi Kekeluargaan untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.
Meski demikian, koalisi gemuk tersebut belum menentukan siapa calon yang hendak mereka usung. Pertemuan ketujuh partai itu baru membahas kriteria pemimpin Jakarta.
“Kami tidak bicara orang per orang, tapi kriteria seperti apa pemimpin Jakarta yang akan diperjuangkan,” kata Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jakarta Bambang Dwi Hartono dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/8).
Ada tujuh kriteria calon gubernur Jakarta yang disepakati tujuh partai politik Koalisi Kekeluargaan itu, yakni arif, beradab, bijaksana, santun, beretika, bersih, dan cerdas.
Sementara itu elite PDIP yang menjabat Ketua Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, mengatakan Ahok tidak konsisten dalam bersikap mengenai pilihan jalur perseorangan atau partai politik.
“Dia (Ahok) tadinya akan memilih jalur independen untuk maju dalam pilkada tapi kemudian berubah menjadi ke jalur partai,” ujar Komarudin kepada CNNIndonesia.com.
Bahkan, kata Komarudin, sebelumnya Ahok juga memberi penilaian kurang baik terhadap partai politik sehingga dulu Ahok menyatakan bakal menempuh jalur perseorangan.
Komarudin kemudian menyinggung soal penggalangan dukungan yang sudah dilakukan oleh Teman Ahok agar bisa menempuh jalur independen dalam pilkada. “Bagaimana itu dengan Teman Ahok yang sudah memberi dukungan,” ucapnya.
(obs)