Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan pada Senin sore (29/8) resmi menunjuk Ady Wijaya sebagai Ketua DPD DKI Jakarta menggantikan Bambang DH. Selanjutnya Bambang akan kembali bertugas sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu.
Spekulasi pun mencuat menyikapi pergantian yang terkesan mendadak itu. Pergantian tersebut diduga dilatari oleh sikap kritis Bambang terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, bakal calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Santai saja. Saya tetap terus perjuangkan aspirasi warga Jakarta," kata Bambang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa dini hari (30/8).
Beberapa pekan lalu sosoknya bahkan terekam video sedang menyanyikan yel-yel 'Ahok Pasti Tumbang' dalam suatu rapat DPD PDI Perjuangan.
Ia juga sempat menerima ratusan warga dari sejumlah organisasi yang berdemo pada Kamis (24/8) lalu di kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam aksi tersebut, ratusan warga yang berasal dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Urban Poor Consortium (UPC) mendesak PDI Perjuangan tidak mendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta.
"Partai politik tugasnya kan mengartikulasikan kepentingan rakyat. Itu (penolakan terhadap Ahok) bukan suara pribadiku. Itu arus bawah. Saya hanya ingin jangan sampai partai tercerabut dari akar kerakyatannya," kata Bambang.