Menurutnya, proses seleksi yang ketat sejak awal menjadi kunci agar calon komisoner yang diloloskan untuk diuji di DPR merupakan calon-calon terbaik.
"Sehingga seleksi di DPR tidak akan mempengaruhi kualitas anggota KPU dan Bawaslu yang akan datang, karena siapapun yang terpilih memang berasal dari calon-calon terbaik," kata Muzammil di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami berharap besar pada kualitas seleksi pertama tersebut. Mudah-mudahan mayoritas tim pansel yang duduk di sana memang hadir untuk memilih calon yang terbaik," ujarnya.
Sementara anggota Komisi II DPR dari fraksi Golkar, Hetifah Saifudian, berharap tim pansel memperhatikan unsur keterwakilan perempuan dalam komposisi calon komisioner yang diseleksi.
"Anggota KPU nanti harus ditambah yang perempuan. Sekarang hanya satu dari tujuh. Minimal harus dua," kata Hetifah.
Tim pansel calon komisioner KPU terdiri dari 11 orang, termasuk ketua. Presiden Joko Widodo menunjuk pakar hukum tata negara Saldi Isra menjadi ketua tim panitia seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu periode 2017-2022.
Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan keputusan itu telah dituliskan dalam Keputusan Presiden Nomor 98/P Tahun 2016 tanggal 2 September 2016. Tim pansel bertugas membantu presiden untuk menetapkan calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022.
Selain Saldi tim pansel beranggotakan Ramlan Subekti (wakil ketua), Soedarmo (sekretaris), dan Hamdi Muluk, Betti Alisjahbana, Widodo Ekatjahjana, Valina Singka Subekti, Nicholaus Teguh Budi Harjono, Erwan Agus Purwanto, Harjono, serta Komarudin Hidayat.