Menurut Zulkifli, nama bakal cagub dan cawagub yang disiapkan itu memiliki kualitas setara bahkan dapat mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Duet Ahok, panggilan Basuki dengan Djarot diusung oleh empat partai, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hanura, Partai NasDem, dan Partai Golkar. Koalisi itu mengumpulkan 52 kursi DPRD DKI Jakarta. Padahal, hanya butuh 22 kursi DPRD untuk dapat mengajukan pasangan cagub dan cawagub DKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PAN merupakan anggota Koalisi Kekeluargaan, gabungan parpol yang hendak mengusung bakal cagub dan cawagub selain Ahok.
Sejak PDIP memutuskan mengusung Ahok sejak kemarin (20/9), Koalisi Kekeluargaan terdiri dari Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, PAN, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Ketua DPD Partai Gerindra Muhammad Taufik mengklaim Koalisi Kekeluargaan telah sepakat untuk mengusung Sandiaga Uno guna menghadapi pasangan petahana Ahok-Djarot dalam Pilkada.
"Koalisi Kekeluargaan head to head, kami nggak mau pecah dan tetap pada Sandiaga Uno. Enam partai akan tetap solid," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/9).
Pernyataan itu dikeluarkan oleh Taufik setelah menggelar pertemuan antar Ketua DPD partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan. Pertemuan dihadiri oleh Ketua DPD PKB Hasbiallah, Ketua DPD Demokrat Nachrowi Ramli, dan Ketua DPD PPP Abdul Azis.
Koalisi Kekeluargaan akan mendaftarkan bakal cagub cawagub pada Jumat (22/9) jam 14.00 WIB. "Wakilnya nama dari kami, di luar itu enggak akan ada," ucap Taufik. (rel/yul)