Sylviana yang merupakan deputi bidang pariwisata dan kebudayaan gubernur DKI Jakarta itu, bermaksud meminta izin mengundurkan diri dari posisinya kepada Ahok.
Pengunduran diri itu terkait dengan pemilihan Sylviana menjadi bakal calon wakil gubernur, mendampingi Agus Yudhoyono untuk Pilkada DKI 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya izin, kan beliau gubernur saya, guru saya. 'Pak, dengan dimintanya saya oleh partai, dengan ini saya minta untuk mengundurkan diri'. Bapak bilang, 'oh iya silakan. Kalau itu, jabatan kan dari Tuhan', kata bapak," kata Sylviana setelah menemui Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (23/9).
"Itu haknya Pak Ahok bicara seperti itu," ujarnya.
Mengikuti Aturan
Terkait pengunduran diri sebagai PNS, Sylviana mengatakan dia mengikuti akan aturan tersebut. Menurutnya, berkas pengunduran diri saat ini sudah berada di Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta.
Sylviana menyatakan belum mengetahui pesan WhatsApp dari Ahok. Sejak dipilih menjadi calon wakil gubernur poros Cikeas, Sylviana menyebut banyak pesan yang masuk kepada dirinya.
"Bayangin aja. WhatsApp saya sekarang ada 848 (pesan). Jadi saya harus lihat pelan-pelan," ujarnya.
Sebelumnya, Ahok yang juga akan maju pada Pilkada 2017 mengatakan sudah menghubungi Sylviana melalui aplikasi WhatsApp pagi tadi soal terpilihnya dia sebagai wakil Agus Yudhoyono, namun pesan itu belum dibalas meski menurut Ahok sudah dibaca oleh Sylviana.
Agus dan Sylviana diusung poros Cikeas yang terdiri dari empat parta yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Kedua berencana mendaftar ke KPUD DKI Jakarta, malam ini. (asa)