Menurut Agus, dia dan Sylvi justru sudah menyangka bakal mendapat nomor urut satu sejak awal.
“Saya sebetulnya ngebatin nomor satu. Kebetulan Bu Sylvi juga ngebatin,” kata Agus di Jakarta International Expo, Selasa malam (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan-jalan ke Pasar Baru
Banyak orang senyum menyapa
Alhamdulillah dapat nomor satu
Insya Allah sukses untuk Jakarta
Baca juga:Pilkada Jakarta dan 'Kutukan' Nomor Urut |
Agus Yudhoyono menunjukkan nomor urut satu yang ia peroleh pada pengundian di KPU DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor) |
Lima tahun kemudian, pada Pilkada 2012, pasangan nomor urut satu –Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli– kembali kalah dari calon nomor dua, yaitu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.
Nomor dua yang pada dua Pilkada Jakarta berturut-turut itu membawa keberuntungan, kali ini jatuh ke tangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.
Apapun, Agus tak pesimistis. Targetnya saat ini, kata dia, adalah meraup suara terbanyak dan menjadi nomor satu di antara semua kandidat.
“Tak hanya identitas nomor satu, tapi jumlah suara nomor satu juga,” ujar putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Agus Yudhoyono menunjukkan nomor urut satu yang ia peroleh pada pengundian di KPU DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)