"Iya saya ditraktir," kata Jokowi di beranda Istana Merdeka, Senin (21/11).
"Makannya tadi bakmi, tapi bukan saya yang masak. Beliau (Megawati) bawa nasi dan bakmi godok, dimakan di Istana," tambah Jokowi. Megawati yang duduk di sebelahnya pun tersenyum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, eskalasi politik jelang Pilkada adalah hal yang biasa terjadi. Namun Jokowi menegaskan, situasi itu jangan sampai mengganggu kedaulatan negara dan merugikan bangsa.
"Menang dan kalah dalam Pilkada adalah biasa. Yang paling penting antarkandidat harus saling menghormati karena kita bersaudara," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Jokowi berungkali kali menyebut ada aktor politik yang berupaya menungggani setiap momen menjelang pilkada. Salah satunya dalam demonstrasi 4 November lalu.
Aksi damai menentang Ahok berakhir ricuh. Tuntutan awal berupa penegakan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif Ahok kemudian berubah menjadi tuntutan penahanan yang bersangkutan.
Jokowi menyantap bakmi godok buatan Megawati di Istana Merdeka. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Rencana demo lanjutan pun kembali digaungkan setelah Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Wacana ini beredar bersamaan dengan isu penarikan uang besar-besaran dari bank (rush).
Terkait situasi politik yang memanas belakangan ini, Megawati tak banyak berkomentar. Ia hanya mengikuti sikap Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan.
"Pertanyaannya buat saya atau Bapak Presiden? Ya sudah, bagaimana Bapak Presiden," kata Megawati sembari tertawa. (pmg/asa)
Jokowi menyantap bakmi godok buatan Megawati di Istana Merdeka. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)