Menurut Surya, demo besar 4 November lalu memang berawal dari desakan pada penuntasan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sementara saat ini Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jika masih ada demo besar lanjutan, maka menurutnya patut dipertanyakan apa yang dituntut lagi pengunjuk rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi makar dalam aksi lanjutan juga sudah diterima Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Mereka mengatakan, seluruh aparat dan prajurit siap jihad mengantisipasi agenda tersembunyi dalam demonstrasi lanjutan perkara penistaan agama, termasuk yang mengarah pada makar.
"Konstitusi harus ditegakkan, kami lawan. Itu (perlawanan) yang sebenarnya tidak kami harapkan. Tapi kalau terpaksa, kami lawan. Bukan hanya pekerjaan aparatur keamanan," kata mantan Politikus Golkar ini.
Surya juga berharap para aktor politik di belakang aksi itu untuk sadar. Menurutnya, demonstrasi tersebut bisa memperburuk situasi. Indonesia juga menurutnya akan makin tertinggal.
"Kita sudah terlalu jauh tertinggal. Masa enggak malu?" kata Surya. (sur/obs)