Fahri menjelaskan, dirinya tidak bisa mengikuti aksi lantaran menghadiri undangan Pemerintah Uzbekistan. Dia akan menyaksikan penyelenggaraan pemilu perdana di negara Asia tengah tersebut.
"Saya diundang ke Uzbekistan menghadiri pemilu pertama. Saya berangkat nanti malam," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Fadli Zon, menurut Fahri, juga tidak berada di Indonesia. Politisi Partai Gerindra itu tengah bertugas sebagai pembicara dalam Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.
Dalam aksi sebelumnya pada 4 November, Fahri dan Fadli ikut turun ke jalan bersama ratusan ribu demonstran. Mereka berdua juga terlihat ikut berorasi dalam aksi menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.
Buntutnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan diri relawan Solidaritas Merah Putih melaporkan Fahri ke Polda Metro Jaya, sepekan setelah aksi 4 November. Mereka menuduh Fahri melakukan penghasutan saat berorasi di depan Istana Merdeka, Jumat pekan lalu.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga sebelumnya menyatakan, polisi tengah mempelajari orasi Fahri Hamzah saat aksi tersebut. Dalam orasinya, Fahri sempat menyinggung soal penggulingan Presiden Joko Widodo. (pmg/yul)