Petugas kelompok kerja KPU DKI Jakarta, Erwin, menjelaskan, pihaknya tidak menyasar penggunaan atribut partai politik di sekitar kawasan CFD. KPU DKI berfokus pada pemantauan atribut berbau pasangan calon yang ikut dalam Pilkada DKI Jakarta.
"[Atribut partai] tak dipermasalahkan selama bukan atribut pasangan calon, KPU hanya mencari atribut pelanggaran pilkada," kata Erwin saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Ahad (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini belum ditemukan, tapi tadi ada laporan bahwa ada warga yang mengangkat tangan dan menunjukkan gesture dua jari," ujar Erwin.
Dia menjelaskan, secara total ada delapan orang petugas yang berjaga di delapan titik berbeda. Sementara lima orang lain berkeliling ke lokasi lain.
Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono melalui keterangannya meminta agar warga tidak menggunakan atribut partai di kawasan Car Free Day.
"Demi menjaga ketertiban kawasan, kami minta bebas dari atribut partai politik dan kegiatan politik apa pun," katanya melalui pesan singkat.
Sayangnya imbauan Sumarsono tersebut tak dituruti oleh masyarakat yang ikut dalam aksi Kita Indonesia di Bundaran HI.
Pantauan CNNindonesia.com di lokasi, banyak peserta yang menggunakan atribut partai politik ikut bersorak saat orator di panggung meminta mereka menyerukan salam atau yel-yel.
Peserta ada yang menggunakan baju berlambang Partai Nasional Demokrat (Nasdem), ada juga yang mengibarkan bendera Partai Golongan Karya (Golkar).
Warga yang menggunakan atribut partai tersebut jumlahnya cukup banyak. Peserta berbaju NasDem bahkan terlihat berjalan kaki dari Jembatan Semanggi hingga Bundaran HI. (pmg/vga)