"Harus ada lagi dari SD, SMP. Jadi zaman Pak Harto yang bagus jangan dibuang. P4 diadakan lagi," kata Zulkifli saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar di Gazebo Purawisata Yogyakarta, seperti dikutip detikcom, Jumat (16/12).
Menurutnya, MPR sendiri telah menyampaikan usulan ini ke Presiden Joko Widodo. Zulkifli mengatakan, Presiden juga akan membentuk komisi untuk melancarkan rencana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panduan P4 dibentuk dengan Ketetapan MPR no. II/MPR/1978. Saat ini produk hukum tersebut tidak berlaku lagi karena Ketetapan MPR itu telah dicabut dengan Ketetapan MPR no XVIII/MPR/1998, dan termasuk dalam kelompok Ketetapan MPR yang sudah bersifat final atau selesai dilaksanakan menurut Ketetapan MPR no. I/MPR/2003.
Zulkifli mengatakan, PMP dan P4 perlu diajarkan kembali karena nilai-nilai Pancasila mulai ditinggalkan masyarakat. Budaya kekerasan marak terjadi, bahkan hal itu dilakukan di kalangan pelajar. Kekerasan antaraperlajar di Yogyakarta sendiri telah menyebabkan seorang pelajar meninggal karena dikeroyok.
Politisi PAN ini menilai, kekerasan bukan budaya Indonesia. Namun karena pelajaran nilai luhur keindonesiaan sudah tidak ada lagi di sekolah selama sekitar 18 tahun, tambahnya, maka banyak yang menyerap budaya-budaya dari luar yang tidak cocok dengan budaya Indonesia.
Menurutnya, Banyaknya budaya asing yang diserap, maka yang terjadi hanya mau menangnya sendiri. Di ranah politik juga demikian. Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Zulkifli caranya adalah kembali ke nilai-nilai luhur Pancasila.
"Kalau tidak perkuat nasionalisme, tidak perkuat nilai-nilai keIndonesiaan, kita tidak berikan pemahaman mengenai Pancasila, tentu yang akan datang budaya-budaya dari luar, budaya kekerasan, radikal. Oleh karenanya kita harus cegah, sekarang kita terasa. 18 tahun ini tidak ada lagi pelajaran nilai-nilai luhur ke Indonesiaan," kata Zulkifli. (pmg/pmg)