Permintaan itu terkait pengesahan revisi UU ASN menjadi inisiatif DPR dalam rapat paripurna pada akhir Januari lalu. "Pemerintah harus segera menyerahkan surat presiden (surpres)," kata Rieke saat dihubungi, Jumat (3/3).
Rieke menuturkan, surat perintah presiden atas RUU ASN amat diperlukan di tengah posisi RUU tersebut yang sudah menjadi Program Legislasi Nasional 2017. Pasalnya, surat itu akan menunjukkan poin rekomendasi di dalam draf DPR mana saja yang ditolak oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, jika pemerintah merasa keberatan dengan tuntutan honorer tersebut, Rieke menyarankan, sebaiknya hal tersebut masuk ke dalam DIM agar dapat dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) atau komisi II.
Ketua KASN Sofian Effendi mengatakan, penghapusan lembaganya berpotensi meningkatkan praktik jual beli jabatan di tingkat Eselon, Pimpinan Tinggi Madya, dan Pimpinan Tinggi Pratama. Alasannya, peran KASN selaku pengawas seleksi jabatan akan diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara yang notabene merupakan regulator.
"Salah satu tujuan revisi UU ASN adalah membubarkan KASN. Membubarkan KASN berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp140 sampai Rp160 triliun," ujar Sofian di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (24/1).
Tak hanya itu, KPK juga bakal terancam kehilangan jaksa penuntut umum atas penerapan RUU tersebut. UU tersebut tidak mengatur mekanisme penempatan jaksa di lembaga lain, yang ada hanya pengaturan untuk TNI dan Polri.
UU ASN menyebutkan, ASN adalah pegawai negeri sipil, sementara berdasarkan UU Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, jaksa adalah PNS. Hal ini berarti jaksa masuk dalam ASN.