Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kericuhan bermula ketika Oso –sapaan Oesman- berkukuh tetap melanjutkan gelaran sidang paripurna. Ketua umum Hanura itu terlihat duduk didampingi oleh dua Wakim Ketua DPD baru, yakni Nono Sumpono dan Darmayanti Lubis.
Di tengah pidato, senator asal Sulawesi Tengah Nurmawati Dewi Banthilan maju menghampiri meja pimpinan sidang. Ia terlihat sempat berdiskusi dengan jajaran pimpinan sidang agar aspirasinya membatalkan sidang paripurna diterima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa permintaanya tidak digubris, Nurmawati kemudian mengajak sejumlah senator yang pro terhadap kepemimpinan GKR Hemas dan Farouk Muhammad untuk maju ke depan meja pimpinan. Saat itu, Nurmawati dan pada senator yang maju terlihat membawa kertas berukuran besar berisi kalimat penolakan atas kepemimpinan Oso.
Usai kejadian itu, Hemas dan Farouk yang berada di luar ruang rapat langsung menyambangi para pendukungnya. Dalam pertemuan itu, para senator yang pro terhadap putusan MA menyerahkan hasil laporan kegiatan di dapilnya kepada Hemas dan Farouk.
Hingga berita ini diturunkan, sidang paripurna masih berlanjut dengan agenda mendengarkan penyampaian ikhtisar hasil pemeriksaan semester II tahun 2016 dan penyerahan laporan hasil pemeriksaan BPK yang dilakukan oleh Ketua BPK Harry Aziz Azhar Azis.