"Allan Nairn ini orang yang menurut saya tidak mengerti tentang Indonesia dan tidak punya jejak rekam sebagai orang yang mengerti tentang Indonesia. Banyak omongannya ngawur," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/4).
Nairn menulis artikel berjudul Trump’s Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President yang diterbitkan The Intercept pada Rabu, 19 April 2017. Dia menyebut Fadli sebagai pendukung utama gerakan makar yang juga disebut sebagai penyokong politik AS Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Prabowo, kata Fadli, Nairn juga menyerang beberapa mantan jenderal seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan A. M Hendropriyono.
"Saya juga enggak tahu polisi kenapa sampai sekarang tidak pernah menindaklanjuti masalah ini," katanya.
Meski demikian, Fadli mengatakan belum berencana mengambil langkah hukum terhadap tulisan Nairn kali ini. "Nanti saya cek dulu laporan saya yang dulu itu bagaimana sebenarnya. Kalau yang sekarang itu juga menurut saya ngawur. Bisa saja saya laporkan," ujarnya.
"Dalam pemberitaan juga mengatakan sebagian dana makar berasal dari korban (Hary Tanoe)," kata kuasa hukum Hary, Christopher Taufik S, Selasa (25/4).
Christopher mengatakan dalam tulisan Nairn yang disebut sebagai fitnah dan diduga penulis tidak dapat menunjukan bukti-bukti adanya keterlibatan Hary Tanoe. Laporan Hary ini terdaftar dalam LP/2000/IV/2017/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 25 April 2017.