"Sebagai kader partai tentunya harus siap kapanpun, di manapun harus siap," kata Desy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/4).
Kesiapan itu, kata Desy juga termasuk memikirkan bakal calon yang mendampinginya kelak. Menurutnya, kecocokan antara calon gubernur dan wakilnya diperlukan saat memimpin kelak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah mendapat kepercayaan termasuk salah satu nama yang dipersiapakan partai. Sebagai kader partai tentunya ini sebuah kepercayaan besar," katanya.
Di sisi lain, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tubagus Hasanuddin yang juga digadang maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018, menyatakan tidak berminat. Wakil Ketua Komisi I DPR itu menyebut dirinya sudah terlalu tua untuk maju.
"Sebaiknya diserahkan saja kepada yang muda-muda. Biar regenerasi, kalau seumur saya masih maju, kapan yang muda-muda akan maju," katanya.
"Saya ikhlas menyerahkan regenerasi kepada mereka yang muda. Mereka juga S3, Doktor," katanya.
Keputusan mengenai calon gubernur dari PDI Perjuangan akan diambil di tingkat pusat, termasuk soal keputusan untuk berkoalisi dengan partai politik lain.
Hingga kini, baru Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang telah mendeklarasikan maju sebagai calon gubernur. Ia diusung oleh Partai Nasional Demokrat.
Nama lain yang sudah muncul ke permukaan adalah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar.