Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan hal itu dilakukan untuk menghindari kebuntuan dalam lanjutan pembahasan RUU Pemilu.
"Kami akan pertimbangkan masukan itu. Tapi pada prinsipnya Gerindra siap kompromi mencari titik temu untuk kepentingan bangsa ke depan," kata Riza di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/6).
Lihat juga:JK: Presidential Threshold Tak Perlu Diubah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu dipertimbangkan bersama juga untuk mencari titik temu, meskipun Gerindra tetap 0 persen dan Golkar 20 persen," kata dia.
"Jadi ada berbagai pendekatan yang sudah mereka pahami kalau di vote mereka kalah, jadi kita di presiden treshold sudah banyak yang mengkerucut," kata Rufinus.
"Kalaupun nanti PPP dengan Hanura hampir sama yang tadinya berseberangan, Gerindra juga enggak keberatan di posisi 10. PDIP juga seperti itu. Kalau PKB juga setuju sudah selesai ini barang kan gitu," ujarnya.
Dalam forum lobi rapat pansus semalam, Rufinus mengklaim fraksinya lah yang mengusulkan paket E, berupa angka ambang batas pencalonan presiden 10-15 persen, ambang batas parlemen 4 persen, alokasi kursi per dapil 3-10, sistem pemilu terbuka dan metode konversi suara kuota hare.