Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh berkata, pengadaan blanko e-KTP baru itu sudah dilakukan sejak April. Saat ini, belasan juta blanko e-KTP disebut masih dalam proses pencetakan.
"Untuk lelang masih di probity audit oleh BPKP. Iya, ada prioritas untuk daerah penyelenggara Pilkada 2018," tutur Zudan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (19/6).
Hingga 16 Mei lalu, sudah ada 5.688.582 blanko e-KTP yang disebar Kemendagri. Jutaan keping blanko e-KTP yang disebarkan itu diprioritaskan untuk warga yang sudah merekam data, namun belum menerima fisik e-KTP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perekaman tinggal sedikit, sekitar 2,5 persen lagi," ujarnya.
Lihat juga:Kisruh Kelangkaan Blanko e-KTP |
Tercatat ada beberapa wilayah yang masih menyisakan perekaman bagi warga dalam jumlah besar. Daerah-daerah tersebut antara lain Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
"Ini saya sedang cek sidak ke Depok dan Bogor. Depok bagus sudah 90 persen tercetak, kalau Kabupaten Bogor baru 30 persen yang dicetak (blankonya)," tuturnya.