Sumber yang dekat dengan kabar ini mengatakan kepada situs berita teknologi Recode, Jumat (28/11), serangan terhadap sistem Sony Pictures Entertainment tersebut terbilang besar sehingga membuat sistem mereka tumbang dan tak dapat diakses.
Bahkan, menurut sumber tersebut, serangan ini telah mengunci sistem Sony Pictures Entertainment hingga memaksa para karyawan bekerja dengan pena dan kertas selama sistem masih tumbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu serangan ini dekat dengan peluncuran “The Interview,” sebuah film komedi dari Sony yang menceritakan agen CIA dengan misi membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un.
Serangan serupa pernah dialami Sony dan kala itu, perusahaan menyalahkan pihak Korea Utara.
Pada 2013, peretas yang mengaku dari Korea Utara mengklaim telah menyerang jaringan siaran televisi Korea Selatan serta sistem keuangan. Serangan ini sempat melumpuhkan beberapa jaringan mesin ATM di Korea Selata, membuat nasabah tak bisa menarik uang tunai dari rekening mereka.