Ya, Nokia 1100 masih menjadi model ponsel paling laris di dunia hingga saat ini. Menurut catatan ZDNet, Nokia berhasil menjual 220 juta unit Nokia 1100 di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ponsel ini memiliki fitur standar untuk telepon, SMS, dan bermain game ringan. Layarnya pun belum berwarna, masih monokrom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nokia 1100 pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 sebagai suksesor Nokia tipe 3310 dan 3315. Tidak lama setelah diluncurkan, Nokia 1100 menjadi primadona dan menarik banyak perhatian konsumen.
Ponsel ini pertama kali didesain oleh seorang desainer berdarah Amerika-Bulgaria bernama Dimitre Mehandjiysky. Rancangan ponsel ini pertama kali ditunjukan di Nokia Design Center yang terletak di California, Amerika Serikat.
Produksi Nokia 1100 secara resmi dihentikan pada tahun 2006. Namun, banyak pengguna yang masih mencari ponsel lawas ini untuk digunakan.
Membobol rekening bank
Selain karena daya tahannya yang unggul, ponsel ini ternyata juga dapat digunakan sebagai alat pembobol rekening bank.
Frank Engelsman, investigator dari Ultrascan Advanced Global Investigations, mengatakan para peretas menggunakan ponsel ini dengan memanipulasi perangkat lunak di dalamnya sehingga dapat mencegat SMS yang dikirim pada suatu nomor. Hal ini memungkinkan para penjahat untuk mendapat SMS berisi kata sandi rekening bank.
Ultrascan Advanced Global Investigations melakukan penelitian tentang Nokia 1100 yang dibuat di Bochum, Jerman, dan menemukan bahwa ponsel tersebut memiliki versi perangkat lunak yang dapat dengan mudah diprogram ulang, berbeda dengan ponsel yang diproduksi di negara lain.
Beralihnya fungsi ponsel dari alat komunikasi menjadi alat kejahatan membuat harga Nokia 1100 melambung sangat tinggi meskipun umur ponsel itu sekarang sudah lebih dari 10 tahun.
Hingga saat ini, rekor tertinggi harga yang ditawarkan untuk sebuah Nokia 1100 buatan Jerman adalah 5.000 euro atau setara dengan Rp 75 juta.