Peranti bernama Assistive Context Aware Toolkit (ACAT) itu dibuat Intel dengan melibatkan sejumlah ilmuwan, termasuk Lama Nachman yang meminpin pengembangan software tersebut.
Tujuan dibuat sistem ini agar memudahkan orang yang bernasib seperi Hawking bisa berkomunikasi dengan mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sensor infra merah yang ditanamkan di kacamatanya membuat Hawking bisa mengatur peranti lunak Intel melalui pergerakan otot di pipi.
Ketika ia mengetik huruf-huruf, teks prediktif menyediakan opsi untuk melengkapi kata tersebut. Hal ini dapat mempercepat proses percakapannya.
Hawking hanya butuh berkontribusi pengetikan awal karakter sekitar 15 sampai 20 persen saja untuk tiap dokumen.
"Membuka dokumen biasanya butuh waktu tiga sampai empat menit. Sistem baru ini menggunakan ikon spesifik dan hanya butuh waktu 10 detik saja," tutur Nachman.
ACAT sengaja diterapkan kepada Hawking terlebih dahulu karena Intel memang sudah lama menyokong teknologi ilmuwan tersebut.
Peranti ini rencananya akan dirilis Intel untuk developer pada Januari 2015. Harapannya agar para pengguna kebutuhan khusus seperti Hawking bisa berkomunikasi dengan lebih mudah.