Peta Digital

Ahok Gandeng Twitter Pantau Banjir Jakarta

Arby Rahmat, Aditya Panji , CNN Indonesia | Rabu, 03/12/2014 16:04 WIB
Ahok Gandeng Twitter Pantau Banjir Jakarta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memanfaatkan media sosial Twitter untuk menerima laporan banjir di Jakarta. (Detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggandeng sejumlah pihak untuk turut memantau lokasi banjir di Jakarta, termasuk media sosial Twitter. Dalam proyek ini, kicauan khusus di Twitter akan membantu menampilkan kawasan yang terkena banjir dalam layanan peta digital PetaJakarta.org.

Situs web PetaJakarta.org merupakan platform bersifat terbuka (open source) untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi tentang banjir yang terjadi di Jakarta.

Situs ini dikembangkan berkat kerja sama antara Fasilitas Infrastruktur SMART dari Universitas Wollongong, Australia, Twitter, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Ahok menjelaskan, kicauan pengguna di Twitter yang me-mention akun @petajkt dan memakai tanda pagar #banjir bakal terlacak oleh sistem PetaJakarta.org.


"Semua tweet dengan cara ini akan masuk. Pengguna cukup kirim saja foto dan lokasi posisi dia. Nanti itu terlihat di peta kami," kata Ahok dalam acara peluncuran PetaJakarta.org di Balaikota, Jakarta, Selasa (2/12).

Laporan para warga akan ditampilkan di PetaJakarta.org untuk memerlihatkan daerah mana saja yang banjir. Dari laporan ini, Ahok berharap setiap lurah atau kepala dinas segera mengambil tindakan atas masalah itu.

Menurut Director of Academic Partnerships Twitter, Mark Gillis, kerjasama ini merupakan yang pertama di dunia antara Twitter, universitas, dan badan penanggulangan bencana yang menggunakan data media sosial untuk membangun sebuah model kerja dan menyediakan tanggapan secara real-time terhadap bencana alam.

"Kami terbuka kepada siapapun yang ingin bekerja sama di dalam proyek ini," ucap Mark.

Menurut data BPBD DKI Jakarta, lebih dari 1 juta orang terkena dampak banjir dan 80 ribu orang terlantar pada Januari 2013. Setahun kemudian, lebih dari 16 ribu orang terkena dampak banjir dan sebanyak 7 ribu orang terlantar.