Misi Rosetta

Penelitian Air di Komet Membuahkan Hasil

, CNN Indonesia | Jumat, 12/12/2014 09:46 WIB
Penelitian Air di Komet Membuahkan Hasil Misi Rosetta membuktikan bahwa kandungan air yang ada di Bumi ternyata bukan berasal dari komet, melainkan asteroid (Reuters/ESA)
London, CNN Indonesia -- Salah satu tujuan badan antariksa Eropa mengirim robot untuk mendarat di komet adalah, mencari jawaban mengenai asal usul air di Bumi.

Banyak ilmuwan yang menganggap bahwa air yang ada di Bumi adalah hasil dari komet yang terjatuh, lalu mencair. Tapi misi Rosetta membuktikan bahwa teori itu salah.

Komet 67P/Churyumov/Gerasimenko yang menjadi target penelitian dari misi Rosetta tersebut ternyata mengandung banyak pecahan hidrogen ketimbang air yang ada di Bumi.

Beberapa molekul air pada Komet 67P/C-G memiliki hidrogen yang berlebih, yang bernama deuterium. Deuterium menggantikan salah satu atom hidrogen yang mampu menciptakan air dalam skala besar.
Karenanya, kini para ahli astronomi berpikir bahwa air di Bumi berasal asteroid, bukan komet. Air Bumi memang sudah lama menjadi misteri.

Para peneliti meyakini, Bumi adalah planet yang kering saat awal terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu dan air yang sekarang membentuk lautan itu baru ada sekitar 3,8 miliar tahun silam yang diduga akibat masa 'pengeboman' oleh benda asing dari luar angkasa.

Komet yang bentuknya seperti bola salju berdebu dulunya dipercaya menjadi salah satu penyebabnya.
Menurut laporan New York Times, saat European Space Agency (ESA) meluncurkan pesawat induk Rosetta tahun 2004 silam untuk mengamati komet juga, menemukan kandungan hidrogen dua kali lipat lebih banyak pada komet tersebut dibanding air Bumi.

Sehingga, para ilmuwan sempat mencoret komet dari daftar kemungkinan pengungkapan sejarah terbentuknya Bumi.

Kemudian di tahun 2011 lalu, sebuah tim peneliti menggunakan observatori Herschel Space milik ESA yang memiliki teleskop infra merah, untuk mengamati uap air komet Hartley 2 dan menemukan sinyal deuterium yang sama persis seperti air Bumi.
Sehingga terbukanya kemungkinan air Bumi berasal dari komet semacam Hartley 2 yang orbitnya tidak jauh dari Jupiter.

Kemudian penelitian dari komet 67P/C-G yang juga masih berasal dari keluarga komet Jupiter, sekarang justru menunjukan kandungan hidrogen di dalam airnya tiga kali lipat lebih berat dibanding air Bumi.

Hal tersebut juga membuktikan kandungan hidrogen pada air komet 67P/C-G lebih berat daripada komet lainnya.
"Sepuluh tahun lalu saya tidak akan terkejut oleh hasil ini karena sesuai dengan dugaan saya," ujar seorang ilmuwan Swiss yang juga pemimpin investigasi Rosetta, Kathrin Altwegg.

"Namun setelah tiga tahun kemudian saat komet Hartley 2 menunjukan hasil berbeda, kami semua kaget. Tapi hasil sekarang malah mengembalikan dugaan saya yang sebelumnya," lanjutnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Gawat, Asteroid Mengancam Bumi?