NASA dan Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, memperhitungkan bahwa asteroid yang diberi nama 2014 UR116 itu tidak memperlihatkan bahaya yang berarti bagi Bumi untuk kurun waktu 150 tahun ke depan. Malah, asteroid itu mengarah ke matahari dan tidak menunjukan adanya ancaman bagi kehidupan manusia.
"Laporan terbaru dari penelitian observatorium MASTER-II, Kislovodsk, Rusia menerangkan bahwa asteroid 2014 UR116 akan menghantam Bumi. Hal ini tidak benar, karena asteroid ini memiliki periode orbit selama tiga tahun di sekitar matahari dan kembali ke lingkungan sekitar Bumi pada waktu-waktu tertentu saja karena jalur orbitnya tidak melewati orbit Bumi dalam jarak yang dekat," tulis NASA dalam situs web resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Asteroid Sebesar Gunung Sedang Menuju Bumi |
Tim dari Minor Planet Center yang dipimpin oleh Timothy Spahr juga meneliti bahwa asteroid UR116 pertama kali terlihat sekitar enam tahun lalu.
Pergerakan asteroid ini selanjutnya akan diamati lebih jauh menggunakan perhitungan otomatis dengan sistem Sentry di kantor NASA yang khusus meneliti objek luar angkasa yang mendekati Bumi, NASA's Near-Earth Object Program (NEO) yang berlokasi di Laboratorium Jet Propulsion.
Para penliti secara berkala melacak objek-objek asing dan NASA mengakui bahwa mereka menemukan sekitar 90 persen objek asing di sekitar Bumi dengan diameter seluas 1 kilometer bahkan lebih.