Sebanyak 21 penyelam bakal dikirim ke lokasi evakuasi yang berada di Selat Karimata. Penyelam tersebut terdiri dari 11 penyelam dari Dinas Penyelam TNI Angkatan Laut dan 10 orang dari rescuer Basarnas Special Group (BSG).
"Penyelam sedang dipersiapkan. Kami akan menyisir lokasi tempat ditemukan serpihan dan jasad yang diduga penumpang," kata Soelistyo dalam jumpa pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Soelistyo, serpihan dan dugaan jasad itu berada di kedalaman 25 meter sampai 30 meter.
Kapal BPPT dibekali alat sensor sonar yang dapat mendeteksi bentuk atau objek di permukaan laut sedalam 2.500 meter. Sejatinya, Baruna Jaya IV merupakan kapal yang biasa dipakai untuk kegiatan riset batimetri atau memetakan permukaan laut.
Sinyal sonar mengirim gelombang suara di bawah air. Sinyal pantulan sonar akan diterima kembali oleh pusat kontrol di kapal untuk mengukur jarak, lalu mengkonversi hasil temuan objek di bawah laut menjadi objek visual.
"Pekerjaan yang akan mereka lakukan adalah mencari dan mengevakuasi semua benda atau barang atau dugaan jasad para penumpang untuk dievakuasi," ujar Soelistyo.
Semua temuan bakal dibawa ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang merupakan landasan terdekat dari lokasi temuan benda-benda maupun serpihan pesawat.