Perusahaan keamanan siber, Taia Global mengatakan bahwa Rusia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi tersangka atas kasus peretasan ini.
Dalam penyelidikan yang diluncurkan oleh Taia Global, analisis bahasa dan pesan yang dimunculkan oleh para peretas mengisyaratkan bahwa serangan tersebut kemungkinan berasal dari Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, belum dapat dipastikan siapa sebenarnya dan apa motivasi atas tindakan kriminal ini.
Sebelumnya, Federal Boreau of Investigation (FBI) melalui pernyataan resminya menuding Korea Utara adalah pelaku kejahatan siber ini.
"Sebagai hasil dari penyelidikan kami dan atas kerjasama dengan departemen pemerintah AS serta beberapa lembaga, FBI memiliki cukup bukti yang menyimpulkan bahwa pemerintah Korea Utara bertanggung jawab atas hal tersebut," tulis FBI dalam pernyataan tersebut.
FBI menunjukan adanya bukti kuat bahwa program jahat yang digunakan serupa dengan serangan Korea Utara sebelumnya namun beberapa pakar menilai hal ini sengaja dilakukan oleh peretas untuk membingungkan penyidik dan menuduh pihak yang salah.