Kepala Divisi Operasi Basarnas, Tatang Zaenudin mengatakan, bahwa arus di wilayah penemuan serpihan berada di antara 4 sampai 6 knot. Ia berkata arus tersebut berbahaya bagi penyelam yang melakukan evakuasi.
Hal senada diungkapkan Prof. Dr. Edvin Aldrian, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bahkan, arus itu berpotensi menggeser badan pesawat yang hingga kini belum diketahui posisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arus itu, lanjutnya, bergerak dari Selat Karimata menuju Laut Jawa. Berdasarkan perkiraan BMKG, Edvin mengatakan saat ini kondisi ombak di lokasi evakuasi berada di ketinggian 2 sampai 3 meter dengan kondisi cuaca hujan.
Di wilayah perairan Selat Karimata bagian utara dan selatan, arah angin berasal dari Barat Laut dengan kecepatan angin 5 sampai 15 knot.
Basarnas dan tim evakuasi memfokuskan pencarian pesawat dan evakuasi di sektor V yang berada di Laut Jawa selatan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Diketahui telah ada tiga benda dari AirAsia QZ8501 yang berhasil diamankan oleh tim evakuasi di bawah koordinasi Basarnas. Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Pusat, hingga Rabu siang ini tim berhasil mengevakuasi empat jasad.