Televisi pintar selama ini memberi nilai tambah dalah hal konektivitas. Ia dapat dimanfaatkan untuk streaming video dan berselancar internet.
"Sekarang kami memfokuskan upaya pada Tizen," kata Kim Hyun-suk, Presiden Bisnis Display Visual Samsung, seperti dikutip dari Reuters. "Kami berharap para pembuat TV lain juga akan memakainya dan membantu membangun sebuah ekosistem yang menumbuhkan platform."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem operasi ini seakan menjadi upaya Samsung agar tidak selamanya bergantung pada Android buatan Google.
Tizen merupakan sistem operasi bersifat terbuka (open source) yang memakai inti program (kernel) Linux. Ini merupakan proyek besar Samsung bersama Intel dan Linux Foundation.
Perusahaan teknologi lain yang disebut mendukung Tizen adalah Panasonic, Fujitsu, Huawei, eBay, Konami, McAfee. Sementara dari perusahaan telekomunikasi antara lain DoCoMo, Orange, Sprint, Vodafone, hingga perusahaan Korea Selatan, SK Telecom dan KT. (adt)