“Hari ini kita menambah pinger locator untuk mendeteksi keberadaan black box," ujar Ridwan Djamaluddin, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, melalui siaran pers.
Ridwan berkata bahwa dalam pencarian ini, Baruna Jaya I sebelumnya telah menggunakan sejumlah teknologi canggih. Pertama, sonar multibeam echosounder untuk memetakan permukaan di dasar laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat keempat adalah Remote Operated Vehicle (ROV). Alat ini berupa kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh, untuk menampilkan gambar video secara langsung dari dasar laut. Dengan alat ini, pencarian sebuah objek di dasar laut akan lebih cepat dilakukan.
"Kita membuat model arah kapal, berdasar koordinat temuan jenazah, dan reruntuhan pesawat untuk menentukan lokasi objek,” ujar Ridwan.
Berdaarkan laporan yang diterima Puskodal Operasi KR Baruna Jaya BPPT, Penanggung Jawab Harian di Puskodal Operasi KR Baruna Jaya, Imam Mudita mengatakan bahwa posisi kapal saat ini sedang melakukan survei di area yang diduga merupakan lokasi keberadaan badan pesawat.
(adt)