Menurut keterangan pada gambar aplikasi paten, pena digital itu bisa digunakan di semua permukaan, lalu mentransmisikan apa yang ditulis atau digambar tersebut ke sebuah perangkat berlayar secara nirkabel.
Misalnya, seseorang menggambar pola baju di kertas, kemudian gambar itu dapat direkam dan dikirim ke perangkat berlayar, seperti ponsel, tablet, atau komputer pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stylus Apple diklaim istimewa lantaran ia berbeda dengan pena pintar Livescribe 3.
Sederhananya, pena pintar dari Apple ini sengaja diciptakan untuk bisa berguna di permukaan apapun karena menggunakan sensor gerak 3D. Jika pengguna mencoba menulis kalimat pada meja atau udara sekalipun, maka kalimat tersebut masih bisa dikirim.
Selain itu, ujung pena juga bisa diganti dengan material yang menyerupai pensil, pena, atau spidol.
Apple mengajukan paten untuk pointing device itu sejak awal bulan Desember 2014 kepada kantor badan paten dan merek dagang Amerika Serikat.
Dari laporan Apple Insider, teknologi communicating stylus telah lama menjadi perangkat yang seharusnya dipertimbangkan oleh Apple untuk diciptakan. Walau begitu, mendiang Steve Jobs sejak dulu terkenal atas penolakannya terhadap teknologi stylus. (adt)