Para ahli dermatologis mengatakan bahwa aktivitas memainkan gadget biasanya membuat leher menunduk dalam waktu yang lama untuk melihat ke arah layar.
Dr Christopher Rowland Payne, Konsultan Dermatologis di The London Clinic, mengatakan, hal ini dapat memicu kulit kendur, menurunkan rahang, dan menciptakan lipatan secara jelas di atas tulang selangka (clavicula).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tatapan ke bawah yang konstan juga berkontribusi membuat lipatan di sekitar area dagu dan leher, menurut para ahli kulit.
Menurut Payne, kulit leher terkena sinar matahari setiap hari karena kerah baju yang cenderung rendah, khususnya bagi para perempuan. Sayangnya, kebanyakan orang lebih melindungi muka dari sinar matahari ketimbang leher.
"Itu adalah kabar buruk untuk kulit leher yang halus lalu sinar matahari semakin membuatnya tipis. Kulit halus lebih cepat keriput dan lemak pada leher bisa langsung melorot," jelas Payne.
Pada kulit, molekul gula yang bernama glycans bertanggung jawab memberi tahu tubuh untuk memproduksi kolagen yang membuat kulit kenyal dan halus.
Namun, semakin bertambahnya usia, glycans berhenti bekerja secara efisien dan produksi kolagen berkurang --hal ini mengarah kepada hilangnya elastisitas kulit, kemudian kendur dan mengkerut. (adt/eno)