Somasi BMW ditujukan langsung ke Benny Muliawan, Direktur sekaligus Founder BNL Patent. Sebuah perusahaan di Surabaya yang bergerak di bidang jasa konsultan hak kekayaan intelektual. Benny dianggap produsen mobil tersebut melanggar hak cipta dengan menggunakan merek mereka.
Domain bmw.id memang bukan milik BMW. Benny secara sah mendapatkannya setelah memenuhi tertib administrasi yang dibuat Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Domain tersebut kemudian hanya dipakai Benny untuk membuat akun email, bukan situs web.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMW adalah singkatan nama saya, Benny MuliawanBenny Muliawan |
Hingga kini permohonan merek BMW oleh Benny belum dikabulkan dan ada potensi dibatalkan oleh pemerintah.
"Setelah dilakukan pemeriksaan substansif kemungkinan ditolak pendaftarannya oleh Ditjen HKI," kata Direktur Merek di Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Iriana Djajaatmadja saat dikonfirmasi CNN Indonesia.
Di sisi lain, BMW Group Indonesia, diwakili oleh kantor pengacara Suryomucito & Co, bersikeras ingin mengambil domain tersebut. Karena ini menyangkut merek global dan reputasi produsen otomotif itu di masa depan.
Di sejumlah negara, BMW kerap membeli nama domain internet yang berkaitan dengan merek dagangnya dan ini telah menjadi standar yang ditetapkan guna melindungi paten, tak terkecuali di Indonesia.
Klaim saling memiliki membuat persoalan bmw.id semakin runyam. Pandi sebagai pemberi domain mengaku siap memediasi antara Benny dan BMW dengan mendatangkan beberapa panelis ahli Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). Masalahnya, Benny sendiri terdaftar sebagai salah satu panelis Pandi untuk wilayah Surabaya.
“Kalau misalnya ini dibawa ke PPND, ya, akan saya serahkan ke teman-teman panelis lain,” kata Benny. Belum diketahui kapan pertemuan ini akan dilakukan.
![]() |
Jadi, bmw.id itu Punya Siapa?
Benny memang telah melakukan semua prosedur untuk mendapatkan domain bmw.id, ia juga telah mendaftarkan nama untuk kategori berbeda di Ditjen HKI meski kecil kemungkinnan untuk disetujui. Sementara ini arek suroboyo itulah pemilik sah domain tersebut.
Pandi, sebagai regulator domain internet di Indonesia juga punya wewenang untuk memberikan nama domain kepada yang berhak. Sebelumnya Pandi juga mengklaim sudah mengirimkan tawaran untuk membeli domain .id ke semua pemilik .co.id, termasuk BMW Group Indonesia. Namun hingga masa pendaftaran selesai BMW belum juga mengambil sikap.
Sebagai pengelola Pandi juga wajib melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum akhirnya memberikan domain .id, salah satunya memastikan bahwa nama tersebut adalah milik pemegang merek dengan dokumen penunjang yang sah.
Sementara BMW, memang sudah dikenal sebagai produsen mobil mewah dan sudah lebih dulu memiliki domain di bmw.co.id. Namun entah mengapa BMW tidak merespons permintaan awal Pandi untuk memiliki domain .id yang diklaim sudah ditawarkan.
Saya kalau dengar BMW pasti langsung terbayang mobilYoris Sebastian |
Bagi Yoris Sebastian, konsultan kreatif sekaligus penulis buku Biang Inovasi, permasalahan ini seharusnya tidak perlu terjadi. Sebab soal paten dan hak kekayaan intelektual, Indonesia terbilang negara yang adil karena juga mempertimbangkan aturan internasional. Artinya, merek yang sudah didaftarkan secara global juga akan diakui secara nasional.
“Saya cukup sering mendaftarkan nama untuk hak cipta, dan setahu saya aturannya begitu. Indonesia cukup adil kok,” kata Yoris.
Lihat juga:Jadi Sengketa, Berapa Harga Domain BMW.id? |
“Mendaftarkan merek dengan nama yang sama itu tidak bisa, dan sepertinya BMW sudah lebih dulu memiliki hak atas nama tersebut,” lanjut Yoris.
Entah siapa yang salah dalam masalah kepemilikan domain bmw.id tersebut, kedua pihak bersikeras sebagai pemilik yang pantas dengan mengantongi berbagai dokumen sah. Tapi di sisi lain, suka atau tidak nama BMW sendirii memang kadung identik dengan merek mobil ketimbang nama seseorang.
“Saya kalau dengar BMW pasti langsung terbayang mobil,” tutup Yoris.
(eno)
