Serangan siber itu menyebabkan sebagian besar aplikasi keuangan dan akuntasi Sony Pictures terganggu dan belum pulih sepenuhnya hingga awal Februari 2014. Sony telah meminta regulator keuangan untuk memperpanjang laporannya antara 16 Februari sampai 31 Maret.
Menurut laporan Reuters, perusahaan menjanjikan bakal menggelar jumpa pers pada 4 Februari untuk memaparkan perkiraan keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku peretasan terhadap Sony Pictures hingga kini belum bisa teridentifikasi secara pasti. Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Federal Boreau of Investigation (FBI), terdapat beberapa bukti yang menunjukan Korea Utara adalah pelakunya berdasarkan struktur program jahat (malware) yang sebelumnya juga digunakan dan diduga berasal dari Korea Utara.
Daftar gaji 6.000 karyawan dan para petinggi Sony pun turut beredar. Data pribadi dari aktor dan praktisi film yang pernah bekerjasama dengan Sony juga ikut tersebar secara luas di dunia maya.
Sony Pictures mungkin memerlukan beberapa pekan lagi untuk memulihkan jaringan komputer dari serangan yang disebut paling merusak sepanjang sejarah perusahaan di Amerika Serikat. Korea Utara membantah berada di balik serangan itu. (adt/gen)