Menurut data dari situs virusradar.com, virus baru yang disebut CTB Locker (Curve-Tor-Bitcoin Locker) prevalence level-nya mencapai 0,16 persen di antara pengguna komputer bersistem Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Windows 8 di Indonesia.
Yudhi Kukuh, Technical Consultant Prosperita-ESET Indonesia, mengatakan meski persentase itu terlihat kecil, sebetulnya dampak virus ini lebih besar dari kelihatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Enkripsinya (kunci) juga termasuk algoritma yang kuat, jadi tidak bisa di-crack dengan cara biasa,” katanya kepada CNN Indonesia, di Jakarta, kemarin.
Berbagai macam gangguan yang disebabkan virus itu antara lain mengunci layar komputer, mengenkripsi file, menginfeksi file dengan memasukkan program ke executable file lalu bertindak sebagai virus parasit. Kemudian yang terbaru adalah CTB Locker, yakni cukup menginfeksi satu file untuk mengenkripsi ribuan file lainnya.
Saat virus menginfeksi, ia akan memunculkan peringatan di layar dan perintah untuk membayar sejumlah tebusan. Tapi, seperti dilansir Eset pada Kamis (29/1), tak ada jaminan bahwa file bisa dibuka kembali.
(ded/ded)