Varian terbaru ransomware adalah CTB Locker. Virus ini hanya perlu menginfeksi satu file untuk mengenkripsi ribuan file lain dalam drive komputer korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data dari situs virusradar.com, virus yang disebut CTB Locker (Curve-Tor-Bitcoin Locker) prevalence level-nya mencapai 0,16 persen di antara pengguna komputer bersistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Windows 8 di Indonesia.
“File sharing di jaringan LAN di kantor akan dienkrip, bukan terinfeksi,” tutur Yudhi, kepada CNN Indonesia, Kamis (29/1).
Begitu penguncian file selesai, virus itu akan mengeluarkan pengumuman di layar komputer berupa screenlock, yang menyatakan bahwa data di komputer sudah dikunci dan memberikan panduan bagaimana melakukan pembayaran untuk mendapatkan kunci.
“Tapi saya menyarankan untuk tidak membayar karena tidak ada jaminan setelah dibayar file akan selamat,” tutur Yudhi. “File yang sudah dikunci tidak bisa dibuka lagi.”
Bagaimana ciri file yang sudah terkunci? Yudhi mengatakan ada tambahan random extension pada extension file yang sebenarnya. Misalnya kalau extension sebenarnya adalah .jpg, maka akan ada tambahan jadi .jpg.gibgkjd.
Berikut ini tip supaya terhindar atau cara mengantisipasi serangan virus itu:
1. Back-up seluruh folder atau file di komputer secara berkala
2. Pastikan selalu meng-update patch atau hotfix dari Windows
3. Gunakan konfigurasi yang paling optimal pada software antivirus
4. Tidak mengklik link web atau attachment yang tidak dikenal atau mencurigakan.
5. Pada sistem jaringan, pisahkan komputer atau perangkat yang terkena serangan supaya tidak mem-broadcast serangan ke jaringan.
6. Lakukan indepth scan di komputer yang terserang.
(ded/ded)