Ia bekerja untuk European Astronaut Corps di badan antariksa Eropa, European Space Agency (ESA). Kepada sumber media Inggris, Independent, Parmitano bercerita mengenai hal-hal yang ia alami selama menjalankan misi di ruang angkasa.
Melahap abis persediaan makanan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kala itu makanan tradisional Italia seperti lasagna dan risotto seharusnya bertahan hingga enam bulan ke depan, tetapi kami melahap semuanya dalam satu malam dan tidak menyesalinya," serunya.
![]() |
Lupakan hidung gatal
Ruang angkasa identik dengan sunyi senyap. Walau begitu, bagi para antariksawan, mereka tidak pernah merasakan kesunyian tersebut karena seragam astronaut yang mereka kenakan mengeluarkan bising.
"Suara tersebut berasal dari pemompa udara untuk bernafas, menciptakan atmosfer di dalam antariksa antariksa, dan suara dari sistem intercom. Jadi tidak pernah betul-betul sunyi bagi kami," lanjutnya.
Berbicara soal seragam yang lengkap dengan helm antariksa tersebut mengundang pertanyaan menggelitik, bagaimana jika para astronaut merasakan gatal di hidung?
Lihat juga:Cara Tak Biasa Minum Kopi di Luar Angkasa |
Ia melanjutkan, "tapi sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan, Anda harus coba untuk lupakan rasa gatal itu."
Pertanyaan unik lainnya diakui Parmitano adalah bagaimana mereka membuang kotoran setelah buang air besar.
Parmitano mengatakan, mereka menyimpan kotoran manusia di dalam pesawat antariksa yang akan pulang kembali ke Bumi.
Percaya alien
Parmitano mengungkapkan bahwa dirinya percaya adanya keberadaan kehidupan lain di luar Bumi.
"Saya akan jawab iya (percaya). Kita sebagai manusia memahami hidup sebagai sesuatu yang sangat spesifik dengan karakteristik tertentu: DNA, reproduksi, siklus kehidupan seperti kematian dan lain-lain," tutur Parmitano.
Jadi menurutnya, seharusnya manusia meyakini adanya kehidupan berbeda namun dapat dibandingkan dengan apa yang kita miliki di Bumi. (eno)
