Kantor berita CNN mewartakan, mereka membutuhkan wadah khusus agar elemen air tidak tumpah saat para astronaut hendak meminumnya.
Cangkir yang dirancang khusus oleh tim ilmuwan dari Universitas Negeri Portland selama setahun belakangan, membutuhkan banyak elemen ilmiah, salah satunya model matematika agar bisa menjadi wadah yang sempurna di lingkungan nol gravitasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Planet Mars Diyakini Layak Dihuni Manusia |
Saat mulut astronaut menyentuh pinggiran cangkir, gerakan kapiler langsung terbentuk dan air kopi bergerak ke atas untuk siap diteguk.
Lihat juga:Tiga Kasus Penampakan UFO yang Menghebohkan |
"Kami adalah geek, dan kami membuat sistem cairan di pesawat antariksa," ujar seorang profesor teknik mekanik sekaligus pemimpin eksperimen, Mark Weislogel. "Rasanya seperti tukang pipa antariksa."
Sampai sekarang, cangkir itu masih berada di tahap uji coba dan dihargai US$ 500 (Rp 6,2 juta) untuk dicetak secara 3D dalam plastik transparan.
Weislogel yakin rancangan cangkirnya itu bisa menghemat ruang dan massa sebuah pesawat antariksa.
Awalnya, ISSpresso dikabarkan akan tiba di ISS akhir tahun 2014, namun situs Space.com melaporkan bahwa mesin pembuat kopi canggih itu baru akan dikirim pada bulan april mendatang.
ISSpresso bukan mesin pembuat kopi biasa. Ia khusus dirancang oleh pemanufaktur asal Lavazza asal Italia dan perusahaan teknisi Argotec.
Para perancang mengatakan ISSpresso menggunakan kapsulextraterrestrial dan bisa beroperasi di ruang dengan nol gravitasi.
(eno/eno)