"Sepertinya seluruh dunia menginginkan iPhone," ungkap seorang analis lembaga riset UBS, Steven Milunovich kepada para investor, mengutip dari laporan The Guardian.
Milunovich menunjukan bahwa pelanggan meminta unit perangkat iPhone dalam jumlah yang terlampau banyak. Sayangnya, Apple tidak bisa memproduksi iPhone dalam waktu yang cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau begitu, analis dari Bernstein Research, Toni Sacconaghi memiliki pendapat sendiri. Menurutnya, pertumbuhan Apple sangat bergantung pada penjualan lini produk iPhone.
Lihat juga:Pakai Ponsel Terlalu Lama Picu Penuaan |
Baru-baru ini salah satu petinggi HTC, Jeff Gordon memberi selamat kepada pencapaian Apple untuk kuartal terakhir 2014 di akun Twitternya. Ia bahkan mengungkapkan bahwa ia menggunakan perangkat MacBook Air.
Namun, ada satu hal lain. Gordon mengakui bahwa produk iPhone sangat membosankan dan pasaran.
Lihat juga:Petinggi HTC Cibir iPhone di Twitter |
Dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Desember 2014, Apple mengumumkan bahwa mereka telah menjual 74,5 juta unit iPhone. Laporan pengiriman ponsel iPhone ini dikutip oleh dua lembaga riset, yaitu Strategy Analytics dan Couterpoint.
Apple juga mengumumkan nilai penjualan iPhone di Tiongkok meningkat, dengan nilai mencapai US$ 16,144 miliar atau sekitar Rp 201 triliun. Angka tersebut tumbuh 157 persen dari dibandingkan kuartal ketiga 2014 dan tumbuh 70 persen dari tahun ke tahun.
(eno)