Hal ini diungkapkan oleh Chief Marketing Officer Evercross, Janto Djojo, sebagai salah pihak yang sejak awal berhubungan dengan Google hingga akhirnya mereka meluncurkan ponsel pintar Android One pertamanya, One X.
"Google tak mengatur soal penentuan harga," kata Janto usai jumpa pers peluncuran One X di Jakarta, Kamis (5/2).
Lihat juga:Apa Keistimewaan Ponsel Android One? |
Janto berkisah, Google mempercayakan Evercoss sebagai salah satu mitra pembuat Android One di Indonesia. Upaya pendekatan antara kedua belah pihak dilakukan sejak September 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Android One sendiri merupakan program ponsel pintar harga terjangkau dari Google dengan menggandeng mitra lokal di pasar negara berkembang.
Ponsel pertama Android One dari Evercoss, yaitu One X, didesain dengan bentang layar 4,5 inci jenis FWVGA. Urusan peranti keras, ponsel ini memakai prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1GB, memori internal 8 GB yang disertai slot kartu memori eksternal, fitur kartu SIM ganda jenis Micro SIM, baterai 1.700 mAh, kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP.
Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 5.1 (Lollipop) yang dijanjikan akan mendapat pembaruan ke versi lebih tinggi.
Selain Evercoss, Google juga menunjuk Nexian dan Mito untuk membuat ponsel pintar Android One di Indonesia. Keduanya memakai spesifikasi peranti keras yang serupa dengan Evercoss One X. (adt)