Salah satu pendiri OnePlus, Carl Pei, mengakui bahwa sebagian karyawan perusahaannya pernah bekerja untuk Oppo. Meski demikian, para pendiri berupaya membangun budaya kerja untuk membuat produk dengan perbedaan kuat di tengah persaingan yang amat ketat.
"Beberapa di antara kami memang dulu bekerja untuk Oppo. Investor OnePlus dan Oppo juga sama, namun sebatas itu saja," terang Pei saat diwawancara CNN Indonesia di Jakarta, Senin (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pei kala itu menyatakan, sistem manajemen dan pengumpulan investasi OnePlus sangat berbeda dengan Oppo, walau ia tak menerangkan secara rinci. Pei memiliki keyakinan bahwa OnePlus lambat laun akan menunjukan perbedaan yang bisa menonjolkan di antara produk Android lain.
OnePlus menarik perhatian konsumen karena pembekalan peranti keras yang mumpuni. OnePlus One dibekali prosesor 2.5 GHz Qualcomm Snapdragon 801, RAM 3 GB, kapasitas baterai 3.100 mAh, sokongan koneksi 4G, serta kamera resolusi 13 megapixel dan 5 megapixel untuk kamera depan. Ponsel ini didesain dengan ukuran layar 5,5 inci resolusi 1.920 x 1.080 pixel.
Mereka juga unik dari sisi sistem operasi, karena menggunakan Android yang telah dimodifikasi oleh perusahaan Cyanogen.
Pei menjanjikan ponsel pintar OnePlus generasi kedua bakal dirilis pertama kali di Indonesia. Namun, ia tak mengungkap waktu pastinya. Perusahaan mengatakan saat ini akan fokus di pasar Asia Tenggara. (adt/adt)