Foto itu bernama Bliss, hasil jepretan seorang fotografer senior asal Amerika Serikat, Charles O'Rear. Ternyata, ada kisah romantis di balik gambar yang kemudian menjadi sangat legendaris itu.
Charles O'Rear (Dok. Wikipedia) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sontak mengambil kamera medium format Mamiya RZ67 miliknya lengkap dengan Fuji Film berwarna dan tripod untuk menangkap lanskap di dekat perkebunan anggur di area Sonoma County, California, Amerika Serikat itu.
"Saya sudah memotret pemandangan itu sejak lama. Tapi menggunakan film warna pun tak kunjung mengeluarkan hasil komposisi warna hijau yang sempurna," lanjut Chuck bercerita.
Merasa hasil jepretannya sangat menakjubkan, Chuck memutuskan untuk memasukkan foto lanskap itu ke sebuah layanan penyedia foto yang dikelola oleh Microsoft, Corbis. Kemudian, ia dihubungi oleh teknisi Microsoft untuk membeli hasil karyanya.
Banyak yang mengira bahwa gambar itu dimanipulasi secara digital dan diolah sedemikian rupa dengan peranti lunak semacam Adobe Photoshop.
Seperti diceritakan New York Daily, saat itu Chuck setuju, Microsoft memutuskan untuk mengolah kembali hasil fotonya agar bisa disesuaikan dengan desktop perangkat komputer. Wallpaper ini pun jadi fenomenal di jagad. Tapi mengapa Chuck tak bahagia? Simak kelanjutannya di CNN Indonesia.
(tyo/ded)
Charles O'Rear (Dok. Wikipedia)