Para eksekutif di Snapchat sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan manajer investasi. Pendanaan kali ini diprediksi akan membuat nilai perusahaan Snapchat melonjak jadi US$ 19 miliar atau sekitar Rp 242,7 triliun dari US$ 16 miliar.
Nilai perusahaan tersebut jelas lebih tinggi dari harga yang ditawarkan Facebook yang dilaporkan bernilai US$ 3 miliar pada akhir 2014. Tetapi akhirnya, Snapchat menolak tawaran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Snapchat, yang berbasis di Los Angeles, menyediakan layanan berkirim foto atau video yang akan hilang beberapa detik setelah penerima melihat pesan tersebut.
Kini Snapchat setidaknya telah mendapatkan empat kali pendanaan dari sejumlah investor. Para pemimpin perusahaan dipaksa putar otak agar mendapatkan uang dari layanan dengan cara membuka lapak iklan. Ini dilakukan agar mereka dapat bertahan hidup sekaligus bersaing dengan WhatsApp, Viber, serta ada Line, KakaoTalk, dan WeChat yang notabene laris di kawasan Asia.
Baca juga: Sony Diretas, CEO Snapchat Hampir Menangis (adt/eno)