Langkah ini dilakukan pemerintah AS mengingat kelompok tersebut aktif memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan kelompok bahkan melakukan perekrutan.
Untuk melawan semua tu, AS dilaporkan akan membentuk tim baru yang disebut Information Coordination Cell dalam organisasi Center for Strategic Counterterrorism Communications yang didirikan pada 2011 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim baru Information Coordination Cell dilaporkan akan berkoordinasi dengan akademisi Muslim, ulama, dan tokoh masyarakat yang menentang ISIS. Menurut laporan The New York Times, pemerintah bakal memperjelas tugas tim baru itu dalam waktu dekat.
ISIS kerap menggunakan layanan jejaring sosial internet seperti Facebook dan Twitter atau aplikasi pesan instan untuk mengajak target anggota baru berkomunikasi. YouTube digunakan ISIS untuk menyebarkan pesan atau memperlihatkan eksekusi mati sandera.
Para analis mengatakan semakin banyak warga dari negara Barat yang bergabung dengan ISIS. Bahkan, mereka telah mengeluarkan buku panduan untuk masuk ke Suriah, melewati perbatasan, hingga bagaimana cara berbicara dengan petugas imigrasi.
Baca juga: ISIS Retas Akun Twitter Newsweek dan Ancam Presiden Obama (adt/eno)