Dari sekian banyak operator yang bekerjasama, Indonesia adalah salah satunya. Hal ini diakui oleh Telkomsel dan Indosat, bahwa ada kartu SIM yang beredar merupakan buatan Gemalto. Nasib pelanggan pun terancam? Baca Juga: (Kartu SIM Telkomsel dan Indosat Dibuat Gemalto)
Kabar ini awalnya dibocorkan oleh whistleblower Edward Snowden. Dalam dokumennya, mantan anggota NSA ini menyebutkan serangan ditargetkan melalui email korespondensi antara Gemalto dengan perusahaan infrastruktur telekomunikasi, seperti Ericsson, Nokia dan tentu saja Huawei asal Tiongkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tahun 2010, Gemalto telah banyak digunakan sistem transfer yang aman dengan pelanggan dan hanya pengecualian langka untuk skema ini bisa menyebabkan pencurian," katanya.
Gemalto menegaskan bahwa mereka telah mengalami banyak serangan pada tahun 2010 dan 2011, dan menemukan dua gangguan canggih yang hanya bisa dilakukan oleh negara tertentu saja.
Kendati demikian, Gemalto sangat yakin, bahwa aksi mata-mata itu berdampak kecil pada privasi miliaran pengguna ponsel di seluruh dunia. Perusahaan asal Belanda itu pun mengesampingkan tindakan hukum.
"Fakta-fakta ini sulit dibuktikan dari perspektif hukum dan dalam sejarahnya mengejar negara itu membutuhkan dana yang mahal, waktu panjang dan perbuataan sewenang-wenang," Piou, menambahkan.
Walaupun secara terbuka mengaku bahwa ada kemungkinan NSA dan GHCQ meretas sistem mereka dan menyadap kartu SIM, Piou enggan membeberkan detil informasi lainnya.
"Berapa banyak (kode keamanan kartu SIM) telah dicuri, itu sulit untuk mengatakan. Berapa banyak yang telah digunakan, itu lebih sulit untuk dikatakan," katanya kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers, di Paris, Prancis.
Saat ini yang dilakukan pihaknya adalah mencegat kunci enkripsi yang membuka kartu SIM ponsel yang sedang dikirim dari fasilitas produksi ke operator jaringan mobile di seluruh dunia.
Piou mengatakan perusahaan belum menghubungi AS atau badan intelijen Inggris karena hal itu akan buang-buang waktu dan lagipula mereka tidak berencana untuk mengambil tindakan hukum, karena peluang keberhasilannya hampir tidak ada.
Sementara itu ditemui di Lombok, Menkominfo Rudiantara mengaku belum mengetahui perkembangan berita soal Gemalto tersebut. Walaupun demikian, dia mengatakan hal tersebut tak menutup kemungkinan untuk terjadi.
"Teknologi apapun bisa saja disadap, dan kartu SIM itu kan pakai data algoritma. Nah, itu yang disebar apa tidak," sebutnya. (adt)