"Anggaran dari pemerintah sebesar Rp 1,6 triliun selama empat tahun. Jadi rata-rata pertahun dapat 400 miliar," kata Djarot Sulistio Wisnubroto selaku kepala Batan saat ditemui CNN Indonesia di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Pihak Batan mengaku, hingga saat ini mereka baru menerima dana RDE sekitar 50 hingga 60 miliar yang diperuntukan sampai akhir tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sepanjang tahun 2015, kita fokus pada engineering. Kenapa? Supaya kita tahu bagaimana desain besarnya, prediksi harga, dan kemampuan yang bisa dihasilkan," tambah Taswanda Taryo yang menjabat sebagai Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir.
Pihak Batan mengaku sangat optimis akan pembangunan tenaga nuklir multifungsi ini. RDE nantinya akan mampu menghasilkan energi hidrogen, desalinasi atau konversi air laut menjadi air tawar, serta pencairan batu bara.
Pembangunan RDE akan dimulai dari tahun 2015 hingga 2019, di mana pada 2020 diharapkan RDE sudah bisa mulai digunakan.
(eno)