Xiaomi, yang baru berusia lima tahun, masuk ke pasar Indonesia pada Juli 2014 dan produknya mendapat sambutan besar dengan penjualan lebih dari satu juta unit dalam lima bulan.
"Kami ingin berinvestasi di pasar ini, kami ingin memiliki pusat penelitian dan pengembangan besar yang dilakukan di sini. Tidak hanya untuk India, tetapi seluruh dunia," kata Hugo Barra, wakil presiden Xiaomi untuk internasional, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barra tidak mengatakan berapa nilai investasi yang akan dikeluarkan perusahaan di India.
Di India, Xiaomi berjanji akan memperluas penjualan produknya hingga ke 100 toko pada tahun ini yang bisa jadi dibangun bersama mitra lokal.
Keputusan membangun pabrik di India diumumkan setelah Xiaomi mengungkap pendanaan baru yang diterima sebesar US$ 1,1 miliar yang membuat nilai perusahaan melonjak jadi US$ 45 miliar pada Desember 2014.
Xiaomi, yang merilis produk perdananya pada Agustus 2011, kini menjadi perusahaan rintisan (startup) terbesar di dunia mengalahkan Uber dan Airbnb.
Baca juga: Xiaomi Dapat Suntikan Dana Rp 13,6 Triliun (adt/eno)