"Kita masih tunggu laporan mereka," tegas Ismail Cawidu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, kepada CNN Indonesia, Senin (16/3).
Lima operator seluler yang telah menyerahkan laporan investigasi internal adalah Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak menutup kemungkinan juga akan dibentuk tim atau satgas pengawasan," tegas Ismail.
Perusahaan Gemalto sendiri, yang berbasis di Amsterdam, Belanda, secara terbuka mengaku bahwa sistem mereka mungkin telah diserang oleh NSA dan GHCQ. Walau demikian, Chief Executive Gemalto Oliver Piou, mengatakan serangan mungkin terjadi tetapi itu tidak mencuri kunci enkripsi kartu SIM mereka.
Sejauh ini, lanjut Ismail, dari hasil investigasi internal operator seluler Indonesia dinyatakan bahwa "Tidak menemukan adanya kebocoran pada SIM card mereka."
"Para operator juga menjamin bahwa penyedia SIM card yang mereka gunakan telah memenuhi GSM Security Standard." tulis Ismail dalam siaran pers yang diterima CNN Indonesia.
Indonesia disebut sebagai salah satu negara korban penyadapan NSA dan GCHQ, juga badan intelijen Selandia Baru.
Selain Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, ada pula Australia dan Kanada yang diduga gemar melakukan penyadapan terhadap sejumlah negara. Mereka dikenal dengan sebutan "Five Eyes" atau Lima Mata.
(adt/tyo)