Video yang menampilkan anak-anak yang tengah dididik dengan cara ISIS dan berbahasa Indonesia, telah beredar di YouTube. Diduga kuat video tersebut berasal dari satu sumber yakni Azzammedia.com.
Diketahui situs Azzammedia.com tersebut memasang moto "Divisi Media Khilafah Islamiyah Berbahasa Melayu". Dalam video itu, ditampilkan sekumpulan anak-anak yang diajari bagaimana membaca Al-Quran, memegang senjata, bela diri, belajar bahasa yang disebut mereka bahasa Al-Quran, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebaran video ISIS tersebut, menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto termasuk tindak pidana yang harus ditindak tegas. "Itu propaganda, sama seperti yang dilakukan di wilayah konflik seperti Nigeria, Vietnam dan Palestina,” kata dia di Mabes Polri.
Dihubungi secara terpisah, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaku sedang menyiapkan panel untuk membantu pemerintah menyeleksi situs-situs mana saja yang dilarang tayang, termasuk situs semacam Azzammedia.com.
“Kalau ini (situs azzammedia) sedang kami pelajari,” kata Ismail Cawidu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, kepada CNN Indonesia, Rabu (18/3).
Sementara saat ditanya soal permintaan penutupan situs tersebut, Cawidu mengaku masih belum mengetahuinya. “Nanti saya cek,” jelasnya melalui pesan instan.
(adt/eno)